Halo diriku, Ini Shera
Assalamu'alaikum. Hai, aku Shera. Teruntuk diriku sendiri. Kau pasti tahu siapa aku. Aku, Shera, membuat blog ini sebagai pengingat untuk mu wahai diriku yang kadang sering lepas kendali. Aku ingin kau membacanya saat kau lupa tujuanmu membuat blog ini.
Bagaimana perjanalanmu selama kuliah ini? Bagaimana niat awal dirimu memperbaiki diri setelah usai dengannya? Apa kamu masih konsisten melakukan hal yang dulu kau targetkan supaya dia mau bersamamu lagi setelah perpisahan? Maaf aku bertanya. Karena aku benar-benar hampir hilang dan tak mengenali dirimu lagi sekarang. Tapi aku senang kau mencoba memunculkan sosokku lagi pada dirimu. Tapi, aku tahu kau tidak bisa langsung kembali kepadaku.
Baiklah, akan aku mulai. Ini tulisanku untuk dirimu, diriku. Ini tentang apa yang kurasakan selama ini saat kau perlahan menghapus sosokku dari dirimu.
Bagaimana hubunganmu dengan dia dari masa abu-abumu dulu? Penuh lika-liku sekali ya untuk sampai di titik diriku mengetik ini. Kau dulu memutuskan untuk memperbaiki diri dan berpisah darinya karena takut pada Allah SWT. Kau dulu ingin menunggunya selama mungkin sambil memperbaiki diri, bukan? Tapi sekarang? Bagimana kabarmu dengannya?
Wa'alaikumussalam. Hai Shera, aku tahu betul kau siapa. Sosok yang dulu susah payah sekali kubentuk dan sekarang aku malah menghilangkanmu. Perihal kabar kuliah, aku selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk itu. Karena aku punya banyak impian disitu. Kau pasti mengenalku dengan baik. Kau tahu sendiri, aku tidak akan mau kalah soal itu. Tapi, mungkin setelah ini semua akan kuserahkan padamu. Kendali diriku. Aku tidak mau lagi dengan sosokku yang sekarang. Lelah. Jauh. Aku sudah jauh dari Allah. Aku tidak tahu apakah Allah masih mau mengampuniku setelah berbelok dari tujuan awalku.
Aku bahkan bertanya-tanya pada diriku sendiri. Untuk apa aku dulu membentuk sosokmu. Apakah hanya karena dia? Perihal dia di masa abu-abuku, aku sudah tidak bersamanya. Kami benar-benar asing sekarang. Tapi, aku tahu itu salahku. Aku yang berbelok duluan. Dan ketika aku berbelok ke arah yang salah dan ketika rasaku ke dia perlahan menghilang, niatku memperbaiki diriku pun semakin pudar. Dari cara berpakaian, tingkah laku. Semua. Aku menyadari itu. Aku boleh bercerita, kan? Aku dekat dengan 2 laki-laki kala itu. Dan dengan beralaskan agama dari kedua lelaki itu, aku pun ingin memilih salah satu dari mereka untuk menjalin komitmen dan menikah dengannya suatu saat nanti. Lucu sekali, bukan? Itu kesalahan konyol yang pernah kulakukan. Kalau bisa memilih, aku benar-benar tidak mau kenal mereka dari awal. Aku serius.
Jika tahu imanku ternyata setipis itu, sampai-sampai karena kedatangan mereka, aku malah menjauhi Allah dan mendekati zina. Banyak masalah yang tercipta karena mereka. Jika saja aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin jatuh cinta.
Aku juga minta maaf tidak bisa menjaga sosokmu, Shera. Karena pergaulan dan pendirianku yang kurang kuat, aku malah menghilangkan sosokmu dari diriku. Setelah ini, tolong kembalilah padaku. Hilangkan sosokku yang sekarang. Hilangkan perasaan-perasaan tidak penting pada lawan jenis itu. Kumohon, jagalah hubunganmu dengan Allah. Dekatlah lagi dengan Allah. Kali ini jangan karena seseorang. Karena aku tahu betul rasa niat berubah menjadi lebih baik hilang saat kau kehilangan sosok itu. Kubur dalam-dalam rasa yang kau miliki sebelum halal itu. Aku juga akan berusaha menghilang. Aku lelah terus-terusan memikirkan urusan dunia yang seolah jika aku tak bisa mencapainya, maka aku akan merugi. Padahal selama ini aku sudah merugi dengan menjauh dari Allah dan terus-terusan mengejar dunia. Kumohon, perbaiki terus dirimu Shera. Mau selelah apapun, jangan berbelok lagi. Kau harus berjalan lurus. Kembali berjalan ke jalan yang bisa mendekatkan dirimu dengan Allah.
Aku benar-benar minta maaf pada dirimu karena sudah berubah sejauh ini. Aku tahu kau kuat. Perbaiki niatmu lagi! Aku tahu kau bisa, Shera. Maafkan aku malah melempar diriku yang rusak ini padamu.
Hmm. Begitu. Terimakasih sudah tidak menghilangkan sosokku pada dirimu. Aku tahu, kesenangan itu membuatmu lupa akan tujuan awalmu. Perihal perasaan, kita punya perasaan yang sama. Aku tahu perasaan tidak bisa dikendalikan semudah itu. Tapi, akan aku usahakan untuk melupakannya dan mengubur rasa pada sosok yang belum halal itu. Aku juga akan berusaha mendekatkan diri dengan Allah lagi. Mungkin memang tidak mudah untuk mengembalikan sosokku yang dulu kau bentuk dengan susah payah. Bahkan mungkin tidak bisa. Karena kau memang sudah banyak berubah. Berubah dalam hal yang baik juga ada, kok. Aku tahu kau jadi banyak mengikuti kegiatan di kampus sekarang, kau bisa sedikit bermanfaat untuk orang lain, kau berani bersuara sekarang. Aku bangga padamu. Tapi, sesuai yang kamu minta, aku akan mengusahakan diri mendekatkan diri dengan Allah. Karena aku percaya, sesulit apapun nanti jalanku untuk mendekatkan diri dengan Allah, Allah akan selalu ada untukku.
Buktinya, aku, Shera bisa menulis ini dan sadar akan dosa yang sudah kulakukan karena sudah berbelok itu karena hidayah dari Allah.
Ya Allah, aku mohon luruskanlah niat saya untuk memperbaiki diri. Kali ini bukan karena salah satu hambamu, tapi karena diri ini yang sadar sudah terlalu jauh darimu. Saya mohon Ya Allah teruslah bimbing saya untuk menjadi lebih baik.
Dan untuk yang membaca curhatanku, aku harap tulisanku bisa membantu kalian. Dan untuk diriku sendiri, kau bisa membaca ini saat semangatmu kadang redup. Supaya kau tahu alasanmu memulai apa.
Komentar
Posting Komentar